Minggu, 17 Februari 2013

Tokoh Agama dan Sepeda Motor


Dua orang tokoh agama mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Mereka akhirnya diminta untuk berhenti oleh seorang polisi karena kecepatannya melebihi kecepatan maksimum yang sudah ditetapkan.

“Apa yang anda lakukan? Anda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi.”

Salah satu dari mereka berkata, “Kami mengendarai sepeda motor ini hanya sekedar putar-putar… lihatlah motor ini memang sangat bagus dan kencang larinya.”

Si Polisi menggeleng-gelengkan kepalanya, “Bagaimana pun juga, saya harus menilang anda. Mengemudi seperti itu sangat membahayakan jiwa anda. Bagaimana kalau anda mengalami kecelakaan?”

Kemudian ia berkata lagi, “Jangan khawatir, Dia beserta kami.”

Si Polisi berkata, “Wah, kalau begitu saya harus benar-benar menilang anda, karena tiga orang dilarang berada dalam satu motor sekaligus.”

http://www.malau.net/tag/polisi/

Senin, 11 Februari 2013

Jiwa Ragaku Untuk Kemanusiaan


Penugasan ke daerah konflik bukanlah penugasan yang diperebutkan banyak orang, bukan pula penugasan yang saat berangkat dihantarkan dengan kalungan bunga dan disambut karpet merah saat pulang serta guyuran materi sebagai reward. (Mengenang Briptu Anumerta Eko Afriansyah, Amd Kep yg telah gugur di daerah konflik)

Penugasan ini sepi dari publikasi, namun merupakan tugas rutin Korps Brimob Polri dalam menanggulangi kejahatan berkadar tinggi dan mengandung risiko tinggi demi mempertahankan dan memelihara Kamtibmas serta keutuhan NKRI. Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) Aman Matoa 2011 di bawah pimpinan Kasatgas Kombes Pol. Drs. Leo Bana Lubis mengirimkan personelnya ke Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Paniai yang merupakan kantung-kantung kelompok separatis TPN/OPM.

Sebagai tenaga medik Bripda Eko Afriansyah bersama AKP Dr. Sulistyo Purbo, Iptu dr Sigit Sutanto dan briptu Sugiyono yang mengemban fungsi Dukkeslap (dukungan kesehatan lapangan) ditugaskan mendampingi pasukan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya. Sebagai tenaga kesehatan yang telah disumpah untuk mengabdi demi kemanusiaan, di daerah konflik tugas mereka tidak terbatas hanya melayani anggota Brimob, namun juga Polisi umum serta masyarakat sipil yang membutuhkan pertolongan.


Bripda Eko yang lahir di Palembang 2 April 1986 adalah lulusan D3 Ilmu Keperawatan Akper Pemkab Muba, Sumatera Selatan. Bripda Eko bergabung dalam Korps Brimob melalui Diktuk Ba Angkatan XIX Pusdik Brimob Watukosek tahun 2009. Almarhum semasa hidupnya merupakan pribadi yang santun, taat beribadah, loyal, rajin bekerja dan sigap dalam bertugas, ia juga perawat yang trampil.



Hari Sabtu, 3 Desember 2011, Poskotis mendapat permintaan tenaga medik dan evakuasi untuk dua orang anggota Brimob Den C Biak yang sakit di Pos Tingginambut. Dua unit kendaraan roda empat Double cabin yang berisi 13 personel dikirimkan. Jalan menuju pos Tingginambut ditempuh dalam waktu kurang lebih dua jam perjalanan taktis melewati jalan berbatu dengan lereng curam dan perbukitan di kanan kirinya. Perjalanan berangkat tanpa hambatan dan tiba di Pos Tingginambut dengan selamat. Dua personel yang mengeluh sakit ditambah satu Caraka dibawa kembali ke Mulia. Dalam perjalanan pulang, serentetan tembakan dari ketinggian menghantam kendaraan kami dan mengenai Bripda Ferlyanto; Bripda Eko dan Bripda Syukur yang berada di mobil kedua. Bripda Eko dan Bripda Ferlyanto gugur, sedangkan Bripda Syukur terkena di paha kanan. Hanya karena perlindungan Tuhan, personel lain selamat dari maut.

Dalam keadaan mengenakan badge Palang Merah di lengan kanan yang jelas terlihat, Bripda Eko dihantam tembakan musuh. Tindakan kelompok TPN/OPM ini merupakan tragedi kemanusiaan yang menurut Hukum Humaniter harus dilindungi. Namun sayang hal ini tidak pernah dipermasalahkan oleh Komnas HAM maupun organisasi humanitarian lainnya kendati telah kami laporkan.

Hari ini Bripda Eko Afriansyah dari Sikesjas Korps Brimob dan Bripda Ferlyanto M Kaluku dari Sat I / Gegana gugur dalam tugas. Semboyan "Jiwa ragaku Untuk Kemanusiaan" benar-benar terlaksana. Keduanya gugur saat membantu mengevakuasi rekan-rekan mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan.

Selamat Jalan Briptu Anumerta Eko Afriansyah dan Briptu Anumerta Ferlyanto Muhammad Kaluku. Beristirahatlah dengan tenang, kami akan selalu mengenang jasamu, dedikasimu, keberanianmu dan keikhlasanmu dalam bertugas. Kami yang masih bertahan di tempat penugasan tidak akan mensia-siakan pengorbanan kalian. Kami akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Semangatmu selalu menyertai kami.

(Mulia, Puncak Jaya, Desember 2011)

SUMBER :
Majalah WARTA, Kedokteran Kepolisian dan Kesehatan
Edisi 92 Tahun 2012

Minggu, 10 Februari 2013

Allah SWT Menuntun Antasena 509



ALLAH SWT menyertai kami, begitulah yang diyakini Kompol Herry Nooryanto, komandan kapal patroli Dit Polair Baharkam Polri  Antasena 509 beserta awak kapalnya saat kapal tersebut berhasil bersandar di Kepulauan Mentawai. 

Gempa bumi yang disusul tsunami pada 25 Oktober 2010 yang lalu telah memporak-porandakan Kepulauan mentawai, tangis dan air mata keputusasaan mereka yang menjadi korban bencana tersebut seakan terus menari-nari di matanya ungkap Hery Nooryanto yang sepekan kemudian kembali dari Mentawai seusai membawa rombongan Polda Sumbar dalam sebuah misi kemanusiaan ke Mentawai.

Ayah satu anak ini pun bercerita pengalamannya bahwa tanpa campur tangan Allah SWT misi itu mustahil terlaksana. Sebab sejak berangkat memulai perjalanan, hambatan alam menghadang di depan. Cuaca ekstrem yang berubah-ubah,  sepanjang perjalanan diliputi kabut tebal disertai badai dan ombak yang tingginya mencapai 5 – 6 meter seringkali datang tiba-tiba. Hanya karena campur tangan Allah SWT maka Antasena 509 dapat berhasil mencapai tujuan.

Suatu ketika perahu karet kami yang membawa wartawan, personel Polda termasuk tim DVI Polda Sumbar diantaranya seorang dokter wanita yang hendak menjangkau pantai Dusun Pororogat dihempas gelombang setinggi tiga meter sehingga perahu karet terbalik dan menumpahkan seluruh penumpangnya ke air, namun Alhamdulillah semua selamat. Pernah di perjalanan memasuki Muara Selat Sikakap dihadang badai yang dating tiba-tiba disertai kabut. Hujan deras disertai gelombang setinggi 5-6 meter dating mengarah ke lambung kanan kapal. Tak tergambar kepanikan seluruh penumpang Antesena namun lagi-lagi Allah SWT selalu menyertai kami dan menyelamatkan kami.

 Kompol Hery Nooryanto, Sik (kiri) di tumpukan bantuan geladak kapal Antasena 509

Dalam misi kemanusiaan ini, kapal Antasena berhasil mendistribusikan seberat 2 ton bantuan serta memberikan pertolongan dan pengobatan terhadap pengungsi beberapa titik lokasi bencana yaitu Pororogat, Sabiren, Surak Aban, Mapinang, Malakopa, Sabeogukguk, Betumonga, Baru-Baru, Besowa, dan Siuban. Selama melakukan misi ini kemanusiaan ini, tim  juga menemukan 130 mayat. Alhamdulillah berkat bimbingan Allah SWT seluruh awak Antasena selamat hingga misi selesai dilaksanakan.

SUMBER :
Majalah Jagratara, The Police Magazine
Edisi 57 Desember 2010

Selasa, 15 Januari 2013

Tidak Melihat Bapak



 Si Atong mengendarai sepeda motor dengan kecepatan sedang. Walaupun sebenarnya dia melihat traffic light sdh menyala warna merah dia tetap saja terus jalan tanpa menghiraukannya yang akhirnya diberhentikan Polisi di persimpangan jalan.

“Apakah Saudara tidak melihat lampu merah?” tanya seorang polisi kepada Atong.

“Saya lihat, Pak.” Jawab Atong.

“Lalu kenapa Saudara tidak berhenti?”

Sambil malu-malu diapun menjawab, “Saya tidak melihat Bapak”






----------
Keep safety drive kawan, nyawa anda sungguh sangat berharga untuk dipertaruhkan di jalan raya. Tetap disiplin berlalu lintas walau tiada Polisi yg mengawasi, anda merupakan orang yg sangat penting.

SUMBER :
http://www.malau.net/tag/polisi/

Sabtu, 18 Agustus 2012

Polisi Dihari Nan Fitri


Alhamdulillah hanya karena kebesaran-Mu lah hari kemenangan ini dapat kami raih. Sayup gema takbir di kejauhan menyadarkan jiwa dan raga ini akan indahnya saling memaafkan, indahnya saling mengasihi, indahnya saling berbagi.

Ya Allah, Ya Robbi, ajari hamba-Mu untuk bersyukur atas anugerah yg berlimpah ini, atas keluarga yang sangat kami cintai, atas dukungan dan ketabahan yang mereka siratkan dalam menjalani hidup sebagai keluarga besar anggota Kepolisian Negara Republik ini, sehingga kami dapat menjalankan tugas dengan tenang, tulus dan ikhlas.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Wa Lillahil-Hamd

Selamat Hari Raya idhul fitri 1 Syawal 1433 H, mohon maaf lahir dan batin

Jumat, 17 Agustus 2012

Masuk Surga atau Neraka

osolihin.wordpress.com

Terjadi kecelakaan yang menewaskan seluruh pekerja suatu bank dalam satu cabang setelah pulang dalam suatu acara kantor. Di dalamnya ikut juga BRIMOB yang mengawal, kemudian dianyalah mereka satu persatu oleh malaikat :

Malaikat : Kamu siapa?
Teller : saya teller bank malaikat.
Malaikat : Kamu masuk neraka!
Teller : Loh kenapa?
Malaikat : pokoknya neraka, waktu kamu kurang duit teriak-teriak, giliran lebih diam. Masuk !!!

Malaikat : Kamu siapa?
CS : Saya Costumer Service bank
Malaikat : Kamu masuk neraka
CS : Loh kenapa??
Malaikat : Karena kamu sering membuat nasabah menunggu karena hal yang tidak penting, Neraka !!

Malaikat : Kamu admin ya?
Admin : Iya malaikat, saya masuk surga ya?
Malaikat : Mana mungkiinn..... kamu sering mempersulit nasabah, kamu masuk neraka.

Malaikat : Kamu siapa?
Pincab : Saya Pincab (Pimpinan Cabang) Bank malaikat, jabatan saya tinggi jadi saya masuk surga yah?
Malaikat : Kata siapa? justru kamu masuk neraka karena memimpin mereka dengan cara yang gak bener, neraka titik !!

Setelah itu malaikat menutup pintu neraka, sebelum ditutup ternyata masih ada satu orang & ternyata POLISI, lalu dipanggillah dia oleh malaikat.
Malaikat : Hey kamu kemari, kamu siapa?
POLISI : Saya POLISI, sebelum saya disuruh masuk neraka apa saya boleh pili neraka yang mana?
Malaikat : Oh jadi kamu POLISI? jangan sok tau, kamu masuk surga!!
POLISI : Loh kok bisa malaikat??
Malaikat : KARENA POLISI HIDUPNYA DI DUNIA UDAH KAYAK DI NERAKA!!




Senin, 13 Agustus 2012

Mau masuk apa??


Bu guru bertanya, "Anak-anak siapa yang mau MASUK Surga...?"

Serempak anak-anak berteriak, "Sayaaaa...."

Tapi ada salah satu murid yang bernama Alex diam saja.

Bu guru bertanya lagi, "Siapa yang mau MASUK Neraka... ??"

Anak-anak pun berteriak, "Tidak mau.....!!"

Namun, hanya Alex yang tetap diam saja.

Bu Guru pun bertanya kepada Alex, "Kenapa kamu tidak menjawab Lex??"

Alex menjawab, "Saya bingung bu, karena sebelum bapak saya meninggal, beliau berpesan, "Alex, ingat ya...  apapun yang terjadi, kamu harus Masuk Brimob... !!""